Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Dibalik 17 Keuchik Sabang Dukung Kebijakan DKS

Ayah Nan: Walikota Tidak Konsisten, Saya Tidak Tanda Tangan!

Ayah Nan: Walikota Tidak Konsisten, Saya Tidak Tanda Tangan!
Foto: acehimage.com
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Forum Keuchik Kota Sabang Adnan Hasyim atau akrab disapa Ayah Nan menegaskan. Dirinya tidak menandatangani pernyataan dukungan sejumlah keuchik di Kota Sabang, terkait keputusan Dewan Kawasan Sabang (DKS) terhadap pergantian Kepala BPKS Sabang, Sayid Fadhil.

Alasan Ayah Nan, Walikota Sabang Nazaruddin dan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, tidak konsisten dengan surat yang dikeluarkan. Selain itu, Plt Kepala dan Plt Wakil Kepala BPKS Sabang, Razuardi Ibrahim dan Islamuddin telah di diterbitkan surat keputusan oleh Ketua DKS yang juga Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Walikota Sabang dan Bupati Aceh Besar tidak jujur dengan usulan (rekomundasi) yang dikeluarkan. Dalam surat mereka mengusulkan satu nama, tapi yang ditunjuk justeru nama berbeda. Padahal, surat pertimbangan dari Ketua DPR Aceh, juga sepakat dengan nama yang diusulkan Walikota Sabang dan Bupati Aceh Besar. Begitupun mereka akhirnya justeru berbalik arah. Ini namanya telah melakukan kebohongan kepada publik,” tegas Ayah Nan.

Diakui Ayah Nan, beberapa hari sebelumnya, dia dihubungi Walikota Sabang Nazaruddin atau akrab disapa Tgk Agam untuk bertemu. “Saya katakan bahwa saya ada di Sabang dan siap kapan pun bertemu. Tapi, kalau untuk teken, saya tidak akan lakukan. Untuk apa lagi dukungan keuchik, semua sudah diputuskan Ketua DKS,” ujarnya.

Terkait adanya 17 keuchik yang telah melakukan tanda tangan, yang difasilitasi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), duga Ayah Nan ada “tekanan” dari pihak tertentu. Termasuk dari Walikota Sabang. “Ada dugaan, YARA sempat menyinggung berbagai masalah dana desa. Itu saya dapatkan informasi dari sejumlah keuchik. Saya katakan, semua itu ndak ada urusan YARA. Ini dana APBN, kenapa harus takut dengan tekanan,” papar Ayah Nan.

Begitupun, Ayah Nan tak mempersoalkan para keuchik yang telah menyatakan dukunganya. “Apalah arti posisi keuchik yang sangat terbatas ini. Toh, Sabang ini dibawah kekuasaan Walikota,” sindir Ayah Nan.

Mengenai sempat mencuatnya dukungan Forum Keuchik Kota Sabang terhadap Sayid Fadhil. Menurut Ayah Nan, semata-mata karena Sayid Fadhil telah menghargai para keuchik di Sabang. Ini dibuktikan, berbagai kebijakan yang dia lakukan, ikut dibicarakan bersama sejumlah keuchik. “Ini tidak pernah terjadi dan kami rasakan sejak BPKS Sabang berdiri, seorang kepadal BPKS mau berkomunikasi dengan kami para keuchik,” ungkap Ayah Nan.

Selain itu sebut Ayah Nan, sejak BPKS Sabang dipimpin Sayid Fadhil, ada niat untuk membersihkan badan ini dari praktik yang mengarah pada korupsi. Sayangnya, usaha itu mendapat ganjalan begitu besar dari internal BPKS serta orang-orang yang merasa terganggu dan terusik untuk bermain di Sabang.

“Saya menduga, karena ada kepentingan yang lebih besar. Mulai dari “mafia” proyek hingga importir seperti gula,” ungkap Ayah Nan.

Masih kata Ayah Nan. “Kepala BPKS Sabang sudah silih berganti, tapi hanya Sayid Fadhil yang konsisten melaporkan oknum aparat kepada polisi dan kejaksaan untuk diusut karena diduga telah melakukan penyimpangan jabatan. “Buktinya, saat ini sedang diproses Polda Aceh. Mudah-mudahan akan ada yang terseret ke meja hijau dan dimasukkan ke dalam penjara,” sebut Ayah Nan. ***

Komentar

Loading...