Beri Waktu 2 X 24 Jam

Ayah Nan Ancam Polisikan Jubir Pemerintah Aceh dan Iqbal Farabi

Ayah Nan Ancam Polisikan Jubir Pemerintah Aceh dan Iqbal Farabi
Foto: Azhari Usman (MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Ketua Forum Keuchik Kota Sabang, Adnan Hasyim alias Ayah Nan mengaku siap menghadapi tuntutan Sekretaris Partai Demokrat Aceh Iqbal Farabi. Bahkan Adnan Hasyim mengancam akan membuat laporan balik terkait tuduhan dari pernyataan Jubir Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Iqbal Farabi bahwa janji Rp 500 miliar yang dilontarkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah adalah perkataan hoax atau pengalihan isu, terkait evaluasi yang dilakukan Dewan Pengawas BPKS terhadap Kepala BPKS Sayid Fadhil.

"Saya siap melawan dan hadapi ancaman Iqbal Farabi. Apa yang saya ucapkan di media, siap untuk saya pertangungjawabkan. Banyak saksi yang mendengar janji manis yang dilontarkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah buat Sabang," ungkap Ayah Nan dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (29/10/18).

Menurut Ayah Nan, baginya tidak ada kata mundur dan tetap maju untuk menyatakan kebenaran. Baginya, menyampaikan kebenaran itu wajib sebagai umat nabi Muhammad SAW. Dirinya ingin pemimpin yang jujur, bukan hanya pandai mengumbar janji, karena masyarakat Sabang perlu itu bukti nyata dari pernyataan dan janji seorang Nova Iriansyah.

"Namun perlu dicatat, sebaliknya saya akan membuat laporan balik terhadap pernyataan saudara Iqbal Farabi. Saya beri waktu untuk 1×24 jam, kalau dia tidak menarik pernyataannya, saya juga akan menempuh jalur hukum," tegas Ayah Nan yang juga Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat Kota Sabang.

Menurutnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tidak perlu berdalih atas apa janjinya untuk Pelabuhan Balohan Sabang Rp 500 miliar. “Jangan sudah mendapat amanah menjabat orang nomor satu di Aceh, lantas tidak ingat atau sengaja lupa pada janji yang pernah dilontarkan sebelumnya,” kritik Ayah Nan.

Katanya, bagi masyarakat yang tidak tahu, bisa diperdaya bahwa itu pernyataan hoax atau pencemaran nama baik Plt Gubernur Aceh atau sengaja dihembus sebagai pengalihan isu terhadap evaluasi manajemenBPKS Sabang.

Tapi bagi masyarakat yang faham, tentunya pernyataan itu jelas, bukan sekedar isu atau berita fitnah (hoax) seperti yang disampaikan Jubir Pemerintah Aceh. “Itu murni pernyataan kebenaran yang saya disampaikan resmi kepada para wartawan untuk dipublikasikan ke masyarakat, bukan di media sosial facebook atau instagram,” ujar Ayah Nan.

Masih kata Ayah Nan. "Kalau disampaikan melalui medsos, itu bisa dibilang banci dan tidak bertanggung jawab, bisa saja dikatakan Hoax. Tapi ini beda, saya sampaikan resmi ke para wartawan untuk dipublikasikan. Jadi.Jangan sampai gagal faham," sindir Ayah Nan.

Disebutkan, sebenarnya janji itu ada dan banyak saksi yang mendengar ucapan petinggi Partai Demokrat Aceh ini. "Waktu itu, selain saya ikut mendengar langsung ada juga Wali Kota Sabang, Nazaruddin, Ketua DPC Demokrat Sabang, Indra Nasution, Sekretaris DPC Demokrat Sabang, Abdul Manan dan seorang Kader Partai Demokrat Abi Roib. Jadi, bukan saya sendiri yang mendengar, tapi mereka semua yang saya sebutkan tadi juga ikut mendengar”.

"Bahkan saat itu, Nova Iriansyah bertanya langsung kepada Wali Kota Sabang, Nazaruddin, apakah DED Pelabuhan Balohan Sabang sudah dibuat? Jawab Pak Wali waktu itu, nanti akan kita buat secepatnya. Dari pertemuan itulah Nova Iriansyah dengan gamblang mengatakan, saya akan memberikan Rp 500 miliar dari dana aspirasi saya, kalau bisa secepatnya dibuat DED. Ucapan itulah yang dikatakan Nova waktu itu," terang Ayah Nan.

Ayah Nan menyampaikan, dia juga sudah pernah menyampaikan janji ini kepada Dyah Erti Idawati, istri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat kunjungan ke Sabang. Waktu itu, di sampaikan saat pertemuan dengan kader Partai Demokrat Kota Sabang, di Aula penginapan Gues House Sabang.

"Saya bilang, ibu tolong sampaikan janji Bapak Wagub Nova Iriansyah untuk bantuan pelabuhan Balohan Rp 500 Miliar.  Mohon sampaikan dan diingatkan kepada bapak, jangan lupa ibu ya? Dijawab beliau, akan saya sampaikan nanti ke bapak. Dan, waktu itu lebih banyak lagi saksinya, wajar saja kalau saya pertanyakan janji itu. Saya orang Sabang, berhak memperjuangkan kemajuan Sabang menurut jalur saya”.

Namun kalau Plt Gubernur mau gentelmen, kenapa harus diam, bisa saja beliau bilang APBA Aceh saat itu di Pergubkan, jadi tidak bisa dipenuhui dulu, sudah selesaikan," ungkapnya Jika hal  ini di bawa ke ranah hukum, dirinya mengatakan siap menghadapinya. Bahkan, mati pun siap demi kebenaran dan untuk Kota Sabang tercinta.

"Dari pada saya minta maaf, lebih baik mati di ujung peluru, mungkin hina di mata manusia, tapi mulia di sisi Allah SWT. Kebenaran itu pasti ditujukan Allah, dan pernyataan itu wajib saya pertahankan, walaupun nyawa berpisah dengan badan," tegas Ayah Nan.

Menurutnya, janji yang pernah dilontarkan Nova Iriansyah, tidak ada istilah lupa bagi dirinya, meskipun telah berhasil 64 tahun. Dia memastikan belum pikun. "Artinya, bagaimana seorang Plt Gubernur Aceh yang umurnya jauh lebih muda bisa lupa dengan janji-janjinya, padahal yang mendengar itu banyak orang, ironis bukan," ungkapnya.

Sebelumnya, Ayah Nan menuding Nova Iriansyah telah berbohong pada dirinya. Ceritanya, sebelum terpilih sebagai Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pernah berjanji akan memberikan dana Rp 500 miliar untuk membangun pelabuhan Sabang. Namun, hingga kini janji itu tidak pernah ditepati. “Saya bilang dia (Nova) pembohong! Tolong sampaikan tuduhan saya ini. Saya bisa mempertanggungjawabkan apa yang saya bilang,” harapnya.

Lantas, Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata balik menuding apa yang disampaikan Ayah Nan adalah hoak dan hanya berusaha untuk menutupi apa yang sedang terjadi ditubuh BPKS Sabang.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...