Dibalik Kebijakan Rasionalisasi Plt Gubernur Aceh (habis)

Anwar Noer: Bersabar, Jangan Sampai Jadi “Sasaran Tembak”

Anwar Noer: Bersabar, Jangan Sampai Jadi “Sasaran Tembak”
Foto: FB Anwar Noer
Rubrik

Banda Aceh | Mantan anggota Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK) Damai Aceh (Desk Aceh), Kemenkopolhukam RI, Anwar Noer berpendapat. Harusnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah belajar pada kondisi Aceh masa lalu dan terkini. Salah satunya, memperkecil konflik internal dan mampu meredam letupan-letupan kecil dari setiap kebijakannya.

(baca; Nova Lakukan Rasionalisasi Tim Ahli dan Staf Khusus. Teguh Agam Metuah, Sayuti Abu Bakar dan Cut Nina Terdepak, Nico, Wibi, Fahlevi dan Tarmizi Bertahan).

“Jangan sampai pernik-pernik yang terjadi justeru membuat Plt Gubernur Aceh jadi “sasaran tembak” dari orang-orang yang tidak sependapat dengan beliau. Aceh itu saya ibaratkan bukan lagi day to day. Tapi sudah second to second. Dinamikanya sangat cepat,” ujar Anwar Noer atau akrab disapa Cak Noer.

Cak Noer sempat mengenang. “Dulu jaman kita di FKK, mungkin masih ingat. Kami selalu mendampingi dan memantau, apa pun langkah dari Pemerintah Aceh. Tujuannya, jangan sampai berbenturan dengan kebijakan pusat,” ungkap dia.

(baca; Dibalik Kebijakan Rasionalisasi Plt Gubernur Aceh. Harusnya Belajar dari Masa Lalu, Jangan Picu Konflik dan Letupan Internal Baru).

Itu sebabnya kata Cak Noer. “Nah posisi sekarang saya ngak ngerti, apakah masih ada tim dari Polhukam yang juga berfungsi seperti kami dulu. Ada Pak Amir dan kawan-kawan termasuk saya. Kami dulu saling mengingatkan, jika ada pihak yang sering (mungkin) suara terlalu keras. Kami datangi dan ajak bicara dari hati ke hati, jangan sampai pemerintah pusat gerah,” ucap dia.

Nah, dari keras menjadi rileks, bukan konflik bersenjata. Apalagi menjelang Pileg dan Pilpres, suasana itu nantinya dapat mengganggu Pilpres dan Pileg. “Jika itu terjadi,  akan menjadi semacam “mesiu” dan mendorong terjadinya kekacauan”.

Karena itu, dia berpendapat. “Seharusnya Pak Nova bersabar dulu sambil memantau situasi. Jangan membuat suatu masalah yang justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Kita tahu Pak Nova dari unsur partai. Jangan sampai terkesan, langkah-langkah yang diambil malah mematikan Parlok. Padahal itu amanah MoU Helsinki. Kita harus hormati dan jaga kondisi itu,” kata mengakhiri.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...