Breaking News

Anwar Ibrahim 'Nyaleg', Bersaing dengan Penuntutnya

Anwar Ibrahim 'Nyaleg', Bersaing dengan Penuntutnya
Anwar Ibrahim (CNN Indonesia TV)
Penulis
Rubrik
Sumber
CNN Indonesia.com

Jakarta | Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim akan bersaing dengan mantan penuntut yang memenjarakannya atas kasus sodomi, Mohd Saiful Bukhari Azlan. Keduanya bersaing sebagai perwakilan dari daerah Port Dickson, Malaysia.

Sebelumnya, Saiful merupakan mantan ajudan Anwar. Dalam pileg mendatang ia ikut mencalonkan diri sebagai kandidat independen dalam pemilihan tersebut. Meski begitu, dia menegaskan pencalonnya bukan terkait "masa lalunya" dengan Anwar. "Saya mencalonkan diri murni sebagai calon independen tanpa ada satu pun partai yang mendukung saya," kata Saiful di Petaling Jaya, Sabtu (29/9).

 "Biar saya tegaskan, saya tidak mencalonkan diri karena masa lalu saya dengan Anwar, tapi karena sejumlah alasan lainnya."

Saiful berjanji akan mengungkapkan alasannya mengikuti pileg di Port-Dickson ketika pengajuan pencalonannya diterima oleh komisi pemilihan. "Saya telah memikirkan langkah ini secara seksama dan saya merasa ini adalah langkah yang benar."

Saiful merupakan orang yang menjebloskan Anwar ke penjara pada 2008 lalu. Dia mengklaim bahwa dia adalah korban sodomi Anwar d sebuah kondominium di Bukit Damansara, Kuala Lumpur. Ketika Anwar dibebaskan dari tuntutan pada 2012 dengan keputusan hakim yang menyatakan bahwa bukti DNA yang ada pada kasus itu tidak murni.

Pengadilan banding lantas membatalkan pembebasan mantan wakil Perdana Menteri tersebut dua tahun kemudian, saat Anwar tengah mempersiapkan diri untuk ikut dalam pemilihan legislatif. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim ikut menjadi peserta pemilihan legislatif (pileg) Malaysia. Pemilu kali ini membuka jalan bagi dirinya untuk kembali perpolitik di pemerintahan setelah absen tiga tahun karena menjalani hukuman penjara akibat kasus sodomi.

Kesempatan Anwar mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif ini juga semakin memuluskan jalannya untuk menjadi perdana menteri Malaysia mengantikan Mahathir Mohamad. Koalisi pemerintah Pakatan Harapan (PH) memutuskan mencalonkan Anwar dalam pemilihan parlemen setelah seorang anggota Dewan Rakyat Malaysia, Danyal Balagopal Abdullah, mengundurkan diri.

PKR, partai terbesar di koalisi PH, akan memiliki 50 anggota parlemen jika Anwar memenangkan pemilihan tersebut. Namun, Koalisi oposisi Malaysia, Barisan Nasional (BN), berusaha memboikot pemilihan anggota parlemen daerah Port Dickson sebagai protes terhadap "permainan politik" yang dilakukan PH demi menjadikan Anwar sebagai anggota Dewan Rakyat, seperti disebut The Strait Times.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...