Terkait Debu di Pelabuhan Khusus PT. Mifa Bersaudara

Antara Keluhan Masyarakat dan Asumsi Amdal

Antara Keluhan Masyarakat dan Asumsi Amdal
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Salinan (Copy) addendum analisis dampak lingkungan hidup (Amdal) pelabuhan khusus PT. Mifa Bersaudara yang diperoleh media ini dari Direktur eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Aceh, Muhammad Nur, Lambhuk, Banda Aceh, Selasa (20/02/2018) dibuka halaman per halaman. Pada halaman 1-58 misalnya, addendum Amdal tersebut menjelaskan batas ekologi, merupakan wilayah terjauh (maksimum) yang dapat terkena dampak lingkungan dari suatu proyek pembangunan.

Seperti diketahui jelas addendum Amdal itu, media persebaran dampak ada dua, yaitu melalui media udara, melalui media tanah dan melalui media air. Lalu berdasarkan addendum Amdal April 2015 itu, asumsi: 1) jika dampak kegiatan pembangunan bangunan fasilitas tambahan pelabuhan khusus batubara PT Mifa Bersaudara, yang tersebar lewat media tanah, berupa limbah padat (sampah) pada tahap konstruksi dan tahap operasional, maka kata addendum amdal itu, dampak tersebut tidak akan bergerak jauh dari tapak proyek. Kedua, jika dampak kegiatan pembangunan bangunan tambahan pelabuhan khusus batubara PT Mifa Bersaudara, yang tersebar lewat media udara dapat berupa debu, akibat keluar masuk kenderaan dan kebisingan pada tahap konstruksi dan tahap operasional, maka dampak tersebut berpotensi untuk tersebar tidak jauh dati tapak proyek.

Hal ini kata addendum Amdal tadi, karena debu dari kegiatan keluar masuk kenderaan tersebut, akan berada tidak jauh di depan lokasi rencana kegiatan dan instansi pengolahan tidak menimbulkan suara yang tinggi, sehingga tidak terlalu menganggu lingkungan.

Dilanjutkan penjelasan Amdal pelabuhan khusus PT Mifa Bersaudara, dari pertimbangan-pertimbangan di atas, maka batas ekologi sebagai wilayah pesebaran dampak dalam studi adendum amdal dan RKI-RPL pembangunan pelabuhan batubara adalah maksimal radius 100 meter dari kiri dan kanan lokasi kegiatan. Sementara itu, kondisi di lapangan seperti masyarakat Gampong Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, beberapa tahun ini, beberapa masyarakat yang tinggal kawasan stockpile PT. Mifa Bersaudara, masyarakat mengeluh soal debu diduga bersumber dari batubara PT. Mifa Bersaudara mengeluhkan dampak debut.***

Komentar

Loading...