Breaking News

Menderita Tumor Ganas

Anjeli Qaisa Putri Tukang Ojek Butuh Uluran Tangan

Anjeli Qaisa Putri Tukang Ojek Butuh Uluran Tangan
Zulhelmi/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Bireuen I Sungguh sedih nasib yang dialami Anjeli Qaisa Putri, anak seorang tukang ojek asal Dusun Lagang, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen ini. Dia menderita tumor ganas, namun keluarganya ini tak punya biaya untuk mengobati penyakit yang diderita anak keduanya yakni Anjeli Qaisa Putri (12). Tumor ganas itu menyerang dan sudah membesar, dekat telingan Putri. Keluarga ini membutuhkan uluran tangan dan bantuan para dermawan.

Putri merupakan anak  pasangan Saiffudin Amin (54) dan Nurani Abdullah (46), mengidap tumor ganas dan kondisinya sudah parah. Selama ini, Anjeli sudah menjalani kemoterapi dan berobat jalan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Saifuddin Amin,  ayah Anjeli pada MODUSACEH.CO, Senin (16/1/2017) menyebutkan. Putri keduanya itu  diketahui menderita tumor sejak September 2016 lalu. “Kami mengetahui putri  mengidap tumor setelah Hari Raya Idul Adha lalu. Namun tumornya mulai membesar pada November 2016 lalu,” sebutnya.

Selama ini, Saifuddin  membawa berobat putrinya itu ke Banda Aceh untuk menjalani kemoterapi. “Dokter menyarankan agar dilakukan pemeriksaan sekali lagi, setelah diketahui hasilnya, maka bisa  dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, namun kalau jadi dibawa ke Jakarta, kami terkendala biaya,” tuturnya.

Ditambahkan Saifuddin, Anjeli sering mengeluh sakit saat hendak buang air kecil, dia mengalami nyeri yang sangat perih di seluruh tubuhnya. Bahkan sesekali mengeluarkan darah. “Besok (hari ini), (17/1/2017) rencananya akan dilakukan pemeriksaan kembali ke rumah sakit di Banda Aceh untuk kemoterapi,” ujarnya.

Menurut Saifuddin, siswi  kelas 1 SMPN 2 Bireuen itu, pernah ikut olimpiade dan dia juga pernah menjadi juara pertama di kelasnya. Anjeli sudah tak masuk sekolah lagi sejak sebelum Hari Raya Qurban lalu. “Kami berharap ada bantuan dari pemerintah dan dermawan untuk membantu biaya pengobatan Anjeli. Karena kami keluarga tak mampu, saya hanya seorang tukang ojek,” harap Saifuddin dengan nada sedih.

Semoga ada dermawan yang terbuka hatinya untuk membantu Anjeli dari sebagian harta yang mereka miliki. Dan, media ini siap untuk  mempertemukan atau menyalurkan bantuan para dermawan langsung dengan ayah Anjeli.***                       

Komentar

Loading...