Wagub dan Sekda Tak Terlihat Hadir Pada Sidang Jawaban Terhadap Hak Interpelasi DPRA

Anggota DPR Aceh Nurzahri: Jangan-Jangan Ada Ancaman?

Anggota DPR Aceh Nurzahri: Jangan-Jangan Ada Ancaman?
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Banda Aceh l Setelah molor hingga dua jam, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (4/6/18), Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam rangka mendengarkan jawaban Gubernur Aceh, terhadap Hak Interpelasi DPR Aceh, resmi dimulai dan dipimpin Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan, ST, di ruang Gedung Utama DPRA, Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh.

Setelah pimpinan sidang paripurna membacakan sambutan dan menyampaikan persoalan, beberapa anggota DPR Aceh mulai interupsi untuk menyampaikan pensdapatnya, terkait tidak hadir Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Penyampaian pendapat pertama dimulai Bardan Sahidi, kemudian dilanjutkan beberapa anggota DPRA lainnya.

Ketua Komisi II DPRA Nurzahri misalnya, ia mengatakan tidak hadirnya Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Sekda Aceh Dermawan dan sejumlah Asisten, kata Nurzahri jangan-jangan ada ancaman.

"Jangan-jangan ketidak hadiran Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, karena takut dengan bom. Karena, baru- baru ini ada isu bom di DPR RI. Mungkin, beliau tak hadir karena isu itu," kata Nurzahri, menyindir karena tidak ada Wakil Gubernur, Sekda dan Asisten mewakili Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, pada sidang paripurna istimewa tersebut. 

Memang, celoteh bernada sindiran yang disampaikan Nurzahri, bisa dimaklumi. Sebab,  hingga selesai  sidang, tak seorang pun mewakili Gubernur Aceh hadir di depan bersama pimpinan DPRA, kecuali itu beberapa SKPA tampak hadir di balkon gedung utama tersebut. Padahal, DPR Aceh sebelumnya sudah menyurati Gubernur Aceh terkait agenda sidang paripurna, Senin (4/06/2018).

Selain itu, Nurzahri menduga, surat yang dilayangkan dan ditandatangani Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah atas nama Nova Iriansyah selaku Gubernur Aceh sesuai dengan nota dinas sebagai kepala Pemerintah Aceh yang aktif. Namun, Politisi Partai Aceh ini menyoroti hubungan kerja DPRA melalui Sekretaris Dewan (Sekwan) Hamid Zain. Sebab, jauh-jauh hari pihaknya telah mendapat kabar dari Hamid Zain, jika posisi Irwandi Yusuf berada di Aceh pada sidang hari ini.

"Saya melihat hubungan informasi dari Sekwan dengan Pemerintah Aceh tidak nyambung. Sehingga, hari ini tidak bisa menjalankan rapat paripurna dengan normal. Saya mohon, harus ada solusi. Karena, saya melihat hubungan mereka tidak lancar, apakah memang disengaja atau tidak, tiba-tiba saja Pak Gubernur (Irwandi Yusuf) berubah pikiran," ungkap alumni ITB ini.

Nurzahri tidak mempermasalahkan Irwandi Yusuf tidak hadir, namun dia mengatakan pemerintahan tidak boleh kosong walau pun sifatnya sementara. Dia pun menyesalkan, tidak satu pun dari Pemerintah Aceh hadir dalam forum terhormat itu.

"Kalau hari ini, nota dinas dipegang Pak Nova (Wakil Gubernur Aceh), apakah Pak Nova tidak menghargai DPR Aceh sampai tidak hadir? Ini harus dipertanyakan. Pak Sekda (Dermawan) juga, kenapa tidak hadir. Ini harus diclearkan," ujarnya.

20180604-d384ed49-f6b7-4ba0-b54a-2219d7d2620e

Untuk diketahui, hubungan DPR Aceh dengan Pemerintah Aceh semakin renggang akhir-akhir ini. Itu dimulai pasca Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melakukan Pergub APBA 2018 yang diatur dalam Pergub Aceh Nomor 9 tahun 2018. Keadaan ini, terus berlanjut, karena Irwandi Yusuf kembali mengeluarkan Pergub Nomor 5 tahun 2018 tentang pelaksanaan cambuk di Lapas yang dinilai melanggar Qanun Aceh yang sudah ada.

Lantas, seiring berjalannya waktu, DPR Aceh menemukan fakta baru. Dalam putusan mantan Kepala BPKS Ruslan Abdul Gani, disebutkan Irwandi Yusuf diduga menerima hingga Rp 14 miliar lebih. Itu sebabnya, DPR Aceh bersepakat melakukan hak interpelasi pada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

DPR Aceh selanjutnya mengirim surat dengan nomor 160/1331, tanggal 28 Mei 2018, dan meminta Gubernur Aceh untuk hadir memberikan jawaban atas hak interpelasi DPR Aceh. Sayangnya, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah membalas surat DPR Aceh tentang alasan Irwandi Yusuf batal hadir dalam sidang paripurna 4 Juni 2018, hari ini. Dalam surat nomor 162/18052, sifat segera disebutkan. Nova Iriansyah meminta DPR Aceh untuk menjadwalkan kembali sidang pada masa mendatang, karena Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sedang melaksanakan ibadah umrah, dan akan kembali ke Aceh pada 9 Juli 2018..***

Komentar

Loading...