Breaking News

Terkait Turnamen AWSC Dinilai Kurang Sukses

Anggota Banggar DPR Aceh Nurzahri Minta Dispora Bertanggungjawab

Anggota Banggar DPR Aceh Nurzahri Minta Dispora Bertanggungjawab
Penulis
Editor
Rubrik

Banda Aceh | Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh, Nurzahri, ST meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bertanggungjawab atas hancurnya rumput Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh yang dipakai selama penyelenggaraan turnamen Aceh World Solidarity Cup (AWSC). 

“Karena stadion itu sifatnya pinjam pakai. Jadi, siapapun yang memakainya harus mengembalikan seperti ketika diambil,” tegas Nurzahri pada media ini, di Banda Aceh, Kamis, (7/12/17).
 
Kenapa bukan meminta pertanggungjawaban pada panitia AWSC. Menurut Nurzahri, kegiatan itu sebenarnya berada pada Dispora Aceh, dalam pelaksanaanya memakai Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017. Namun dalam prakteknya, diberikan kewenangan pada panitia untuk menyelenggarakan turnamen tersebut. ”Kita tidak mau tahu siapa panitia. Makanya, dalam waktu dekat kita mendorong kawan-kawan di komisi terkait untuk memanggil Dispora,” tegasnya lagi.

Selain itu, Nurzahri juga merasa prihatin dengan penyelenggaraan tersebut. Menurutnya, selama turnamen AWSC, Aceh sudah jadi bahan olok-olok di media sosial. Bahkan, pada beberapa media nasional. ”Karena turnamen itu sifatnya internasional. Apalagi, disiarkan secara langsung.  Pemain bertanding di lapangan yang sangat buruk, bahkan menyerupai sawah tempat menanam padi,” ungkap Nurzahri.

Kata Nurzahri, jika alasan Dispora karena cuaca hujan. Pertanyaan Nurzahri, kenapa turnamen tersebut dilakukan pada bulan Desember? Yang semua mengetahui, jika bulan ini musim hujan. “Pada prisipnya, sejak awal saya tidak menyetujui turnamen tersebut digelar, apalagi ini digelar pada bulan Desember. Karena, dengan waktu yang singkat tidak mungkin mempersiapkan sesuatu dengan baik. Apalagi ini event internasional. Ya, beginilah jadinya,” ujar Nurzahri.
 
Begitupun, politisi Partai Aceh itu menyayangkan sikap Dispora Aceh dalam menjual tiket pertandingan pada masyarakat. Padahal, dalam penyelenggaraannya menggunakan uang rakyat (APBA) yang mencapai Rp 2,5 miliar. “Kalau jawabannya tidak cukup anggaran. Kenapa justru pada 81 anggota DPR Aceh, Dispora mengirim tiket VIP? Inikan aneh. Apa anggota DPR Aceh tidak punya uang? Padahal, kalau mau mengratiskan, kenapa bukan diberikan pada masyarakat Aceh?, tanya Nurzahri, heran.

Nurzahri juga meminta Dispora Aceh dan panitia jujur dalam melaporkan pertanggunjawaban penggunaan anggaran tersebut. Sebab, setahu Nurzahri, anggaran untuk turnamen AWSC mengalir dari beberapa sumber, seperti sponsor, hak siar, APBA, dan penjualan tiket. ”Saya berharap, mereka (Dispora Aceh dan panitia), lebih baik. Karena, mereka bilang tidak percaya lagi dengan PSSI Aceh. Ya. Buktikan saja ucapannya,” harap lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.***

Komentar

Loading...