Anak Cepat Dewasa, Junk Food Picu Pubertas Dini

Anak Cepat Dewasa, Junk Food Picu Pubertas Dini
Junk food. Foto: google
Penulis
Rubrik
Sumber
fimela.com

Jakarta | Junk food merupakan makanan yang memiliki cita rasa lezat dan menggugah selera, anak-anak sangat menyukai makanan ini. Tapi konsumsi junk food juga bisa meningkatkan risiko anak terlalu cepat dewasa dari segi fisik maupun mental. Peralihan masa anak-anak ke remaja sering kita kenal dengan istilah pubertas. Pubertas umumnya dimulai saat anak berusia 8 - 13 tahun untuk anak perempuan dan usia 9 - 14 tahun untuk anak laki-laki. Meski begitu, tidak sedikit anak yang telah pubertas di usia yang sangat belia, yakni di bawah 8 atau 9 tahun.

Penelitian yang dilakukan para ahli dan dipublikasikan dengan judul Correlation between Nutrition and Early Puberty in Girls Living in Jeddah, Saudi Arabia di Women's Health pada tahun 2014 menemukan jika konsumsi daging ayam, daging sapi, kentang goreng dan makanan cepat saji sejenisnya bisa meningkatkan pubertas dini. Adanya zat tertentu pada makanan itu yang memengaruhi pertumbuhan hormon tertentu di tubuh penyebab tubuh jadi lebih dewasa sebelum waktunya. Aditya Suryansyah, seorang dokter spesialis anak membenarkan pubertas dini ada kaitannya dengan junk food. "Ini karena junk food mengandung hormon tertentu yang merespon pematangan di dalam tubuh," ungkap dr. Aditya.

Pubertas dini sendiri dikenal memiliki dua jenis perkembangan yakni pubertas dini sentral dan pubertas dini perifer. Pubertas dini sentral adalah pubertas yang ditandai dengan sekresi hormon gonad oleh kelenjar pitutari di otak sehingga memicu testis maupun ovarium memproduksi hormon seks lebih awal. Sedangkan pubertas dini perifer adalah pubertas yang ditandai dengan produksi hormon seks oleh organ reproduksi namun tidak memengaruhi aktivitas kelenjar otak.

Adapun tanda dari anak yang mengalami pubertas dini antara lain adalah tumbuhnya bulu halus di bagian tertentu tubuh, pembesaran testis (anak laki-laki), pembesaran payudara (anak perempuan), perubahan suara, menstruasi (anak perempuan), munculnya jerawat, bau badan seperti orang dewasa, dan tinggi badan bertambah secara cepat.

Cenderung lebih agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya juga  ciri pubertas dini pada anak laki-laki. Perubahan fisik yang terjadi pada anak karena pubertas sebelum waktunya tidak jarang membuat anak merasa minder, malu dan kurang nyaman. Beberapa penelitian juga menyebutkan anak dengan pubertas dini kemungkinan besar mengalami perubahan perilaku yang berakibat pada perubahan mood, emosi dan pola pikirnya.

Orangtua dituntut memberikan anak nutrisi yang cukup setiap harinya. Ajak anak konsumsi sayur dan buah secara rutin serta batasi konsumsi junk food. Jika anak menunjukkan tanda atau gejala pubertas dini, segera konsultasi dengan dokter atau ahlinya.***

Komentar

Loading...