Breaking News

Aminullah: Bank Aceh Perlu Terapkan Reward and Punishment dalam Mendongkrak Kredit Sektor Riil

Aminullah: Bank Aceh Perlu Terapkan Reward and Punishment dalam Mendongkrak Kredit Sektor Riil
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)
Penulis
Sumber
Humas Pemko Banda Aceh

Banda Aceh |  Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta para pemegang saham Bank Aceh Syariah untuk menerapkan reward and punishment dalam mendongkrak kredit sektor riil. Penyaluran kredit bagi sektor riil diyakini akan menjadi solusi efektif untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran yang masih menjadi persoalan utama Aceh saat ini.

Hal tersebut disampaikan Aminullah usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh Syariah bersama para wali kota/bupati se-Aceh, Senin (25/3/2019) di Banda Aceh. Menurutnya, persoalan kemiskinan masih menghantui Aceh karena sekitar 15 persen penduduknya tergolong miskin. Angka tersebut pun menjadikan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera.

"Maka salah satu solusinya dengan mendongkrak penyaluran kredit produktif bagi para pelaku usaha baik di bidang perdagangan, jasa, pariwisata, dan berbagai sektor potensial lainnya di Aceh," katanya. 

Ia menambahkan, sebagai bank milik masyarakat Aceh yang 100 persen sahamnya dipegang oleh pemerintah daerah, dan bahkan  dana daerahpun ditempatkan di sana, sudah seharusnya Bank Aceh Syariah lebih berperan dalam peningkatan perekonomian Aceh. 

"Karena dengan meningkatnya peran perbankan akan membuka semakin banyak lapangan kerja, sehingga otomatis juga akan menekan angka pengangguran dan kemiskinan," kata Aminullah selaku salah satu pemegang saham Bank Aceh Syariah.

Ia juga menyoroti masih besarnya dana yang disalurkan Bank Aceh Syariah untuk kredit konsumtif dibanding produktif. "Sekira 85 persen kreditnya masih untuk sektor konsumtif, kemudian selebihnya baru untuk sektor produktif, dan kondisi ini sudah berjalan bertahun-tahun," katanya.

"Karena itu, diperlukan kebijakan untuk menerapkan reward and punishment dalam meningkatkan kredit sektor produktif. Misalnya, tentukan target pertumbuhan kredit per bulan atau per tahun untuk sektor riil, dan kalau tidak mencapai target maka tantiem tidak diberikan kepada pengurus atau manajemen bank."

"Begitu juga sebaliknya, jika target pertumbuhan kredit sektor riil tercapai, diberikan reward  penambahan tatiem maupun berupa bentuk penghargaan lainnya. Saya yakin sistem ini akan sangat efektif untuk mendongkrak kredit sektor riil kita," kata mantan Dirut Bank Aceh ini.***

Komentar

Loading...