Alumni Dayah Mudi Mesra Laporkan Akun Facebook Abusyik Ureung Gasien Ke Polres Aceh Timur

Alumni Dayah Mudi Mesra Laporkan Akun Facebook Abusyik Ureung Gasien Ke Polres Aceh Timur

Aceh Timur | Hati-hati menuliskan status atau mengupload gambar maupun video di media sosial. Jika tidak, bukan tidak mungkin Anda harus berurusan dengan pihak berwajib. Seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir ini. Publik di Aceh, dihebohkan dengan tayangan video yang diunggah pemilik akun Facebook Abusyik Ureung Gasien.

Dalam video yang lebih dari satu postingan tersebut, seorang laki-laki dengan lantangnya menghina pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga. Alhasil postingan tersebut menjadi viral dan dalam sekejap mendapat kecaman ribuan netizen.

Di Aceh Timur misalnya, sejumlah alumni santri Dayah Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang himpun Mustafa M. Yacob (45) warga Gampong Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur serta diikuti puluhan alumni Dayah Mudi tersebut, Jumat (8/2/2019), melaporkan akun tadi ke Polres Aceh Timur. Alasannya, akun tersebut dianggap sudah sangat meresahkan masyarakat dengan memposting penghinaan dan ujaran kebencian terhadap salah seorang ulama Aceh yaitu Abu Mudi,  pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga.

"Kami melaporkan dan mengadukan akun Facebook Abusyik Ureung Gasien ini dengan aduan pencemaran nama baik terhadap guru kami," kata Mustafa M.Yacob pada Jumat (8/2/2019) sore.

Tidak hanya itu, Mustafa M. Yacob turut membawa bukti print out status akun Facebook tersebut saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Timur. "Kami datang melaporkan ini mewakili alumni Dayah Mudi Mesra di Aceh Timur," ujarnya.

Video yang diupload pemilik akun Facebook Abusyik Ureung Gasien itu menurut Mustafa M. Yacob, telah mengundang keresahan masyarakat khususnya di Aceh Timur, karena itu ia sangat berharap aparat penegak hukum yaitu Polri segera mengambil tindakan terhadap pemilik akun itu.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait tindak pidana pencemaran nama baik. “Benar, tadi yang bersangkutan yaitu pelapor telah mendatangi SPKT untuk membuat laporan resmi,” sebut Kapolres.

Katakanya, setelah mendapat laporan dan mempelajari alat bukti yang dilampirkan, pihaknya akan berkoordiasi dengan Subdit II Ditreskrimsus Polda Aceh untuk bersama-sama melakukan penyelidikan, karena ini menyangkut masalah agama dan sangat sensitif, terlebih korbannya adalah ulama kharismatik Aceh.

"Sebab itu, kami dengan sangat berharap kepada warga masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, karena kalau kurang tepat dalam penggunaanya sudah barang tentu akan berurusan dengan hukum, dan jika memenuhi unsur pidana akan dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan perubahan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008," jelas Wahyu Kuncoro.

Ia juga mengatakan, dari kejadian tersebut pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi, kemudian melakukan hal-hal yang menjurus ke tindak kriminal, serahkan kepada aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini, sebut Kapolres.

"Situasi yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Aceh Timur sampai saat ini mari terus kita jaga, terlebih dalam menghadapi Pemilu 2019, tolak semua bentuk berita Hoaxs juga hate speech (ujaran kebencian) agar pelaksanaan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden/Wakil Presiden Tahun 2019 di wilayah hukum Polres Aceh Timur bisa berjalan, aman, damai dan sejuk," pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro.***

Komentar

Loading...