Nasib Careteker Kadin Aceh

Ali Said: Sedang Proses dan Belum Ada Rapat Tunjuk Careteker!

Ali Said: Sedang Proses dan Belum Ada Rapat Tunjuk Careteker!
Komite Penyelamat Kadin Aceh, Muhammad Ikbal alias Ikbal Pieung bersama rekan bertemu Ali Said di Jakarta beberapa waktu lalu (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh | Walau kepemimpinan H. Firmandes sebagai Ketua Kadin Aceh sudah berakhir beberapa pekan lalu atau 21 Nopember 2018. Namun, hingga pekan ini, Kadin Indonesia belum menunjukkan adanya tanda-tanda untuk menunjuk careteker Ketua Kadin Aceh, penganti Firmandes.

“Masih dalam proses. Rapat juga belum, bagaimana menunjuk careteker,” jelas Ketua Kompartemen Organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Ali Said pada media ini, Jumat malam (7/12/2018).

Konfirmasi ini sengaja diajukan media ini, karena tahun 2018 akan segera berakhir atau tiga pekan mendatang. Namun, konfirmasi tersebut dijawab dingin Ali Said. “Apakah dalam bulan ini atau tahun depan, kami belum tahu. Sebab, belum ada rapat untuk membahas itu. Nanti, kalau sudah ada surat keputusan (SK) careteker, baru kami sampaikan,” jawab Ali Said singkat.

Itu sebabnya kata Ali, status Kadin Aceh berada langsung dibawah Kadin Indonesia. “Tugas careteker melaksanakan dan menyelesaikan masalah tersebut hingga terbentuknya pengurus baru,” ungkap Ali Said.

Seperti diwartakan sebelumnya, Musyawarah Provinsi (Muprov) Ke-VI, Kadin Aceh, yang dijadwalkan berlangsung 14-16 November 2018,  gagal terlaksana. Ini sejalan dengan tidak keluarnya STTP dari Polda Aceh serta desakan dari DPR Aceh dan surat Plt. Gubernur Aceh kepada Kadin Indonesia di Jakarta.

Karena itu, kepemimpinan H. Firmandes sebagai Ketua Kadin Aceh berakhir, 21 November 2018. Nah, karena Musprov Kadin Aceh gagal terlaksana,  dia menyerahkan semua keputusan dan kebijakan tersebut kepada Kadin Indonesia. “Saya dan kawan-kawan hanya sebagai pelaksana, sesuai dengan AD/ART Kadin. Karena gagal, maka semua keputusan berada di Kadin Indonesia. Tugas saya sebagai Ketua Kadin Aceh, sudah selesai dan berakhir,” kata Firmandes.

Itu sebabnya, Firmandes mengakui, apapun keputusan Kadin Indonesia, itulah jalan terbaik bagi Kadin Aceh. Walau pun, surat dari Kadin Indonesia kepada DPR Aceh dan Plt. Gubernur Aceh sudah sangat jelas menyebutkan bahwa tak ada masalah.

Begitupun, Juru Bicara Komite Penyelamat Kadin Aceh, Muhammad  Mada atau akrab disapa Cek Mada meminta Kadin Indonesia untuk segera menunjuk careteker, Ketua Umum Kadin Aceh, paska kepemimpinan H. Firmandes.

“Tentu, setelah tanggal 21 November 2018, kepemimpinan Firmandes berakhir. Ini penting, untuk segera dilaksanakan Muprov Ke-VI Kadin Aceh,” kata Cek Mada pada media ini, Jumat malam (16/11/2018) di Banda Aceh.

Menurut Cek Mada, permintaan itu, sesuai dengan tuntutan pihaknya saat mengelar aksi demontrasi ke Kantor Gubernur dan DPR Aceh, beberapa waktu lalu. “Selama ini kami hanya menuntut careteker, seperti surat kami kepada Kadin Indonesia,” jelasnya.

Hadirnya careteker ungkap Cek Mada, agar pelaksanaan Muprov Kadin Aceh nantinya menjadi fair dan membuka peluang kepada siapa saja yang berminat, menjadi Ketua Kadin Aceh. “Tentu akan terbuka peluang seluas-luasnya bagi yang memenuhi syarat untuk maju. Dan, tidak ada pembatasan,” ucap dia.

Dia juga berharap, Muprov VI Kadin Aceh nantinya, akan dilaksanakan semeriah mungkin, agar  nama Kadin Aceh khususnya dan Kadin Indonesia umumnya, menjadi besar kembali. “Tokoh-tokoh pengusaha senior di Aceh juga dilibatkan secara aktif di kepanitiaan maupun kepengurusan Kadin Aceh ke depan. Kadin itu rumah besar dunia usaha yang juga payung/wadah dunia usaha, sesuai UU No:1/1987. Maka Kadin harus besar secara lembaga biar menjadi partner Pemerintah Aceh,” jelas Cek Mada.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...