Ciptakan Pemilu Bersyariat 2019 di Aceh

Aktivis Janur Ajak Pemilih Tolak Politik Uang

Aktivis Janur Ajak Pemilih Tolak Politik Uang
Sosialisasi dan kampanye menolak politik uang oleh aktivis Janur Aceh (Foto: Ist)
Rubrik
Sumber
Kontributor Lhokseumawe

Lhokseumawe | Ketua Umum Yayasan Jaringan Untuk Rakyat (JANUR) Nurhanita Zahara, mengajak umat Islam dan masyarakat Aceh, menolak politik uang menjelang dan pesta demokrasi (Pilpres dan Pileg), 17 April 2019 mendatang. Sebab, selain melanggar hukum dan aturan, juga tidak sesuai dengan Syariat Islam.

Politik uang sebut Nurhaita, merupakan pelanggaran terhadap Syariat Islam, karena yang menyogok dan menerima, keduanya bertentangan dengan ajaran Islam. Lanjutnya, politik uang dalam pemilihan legislatif menjadi persoalan serius karena menyangkut integritas dan moral dari calon legislatif. Jika terpilih nantinya, tentu akan memikirkan bagaimana dana yang dihabiskan bisa kembali.

"Sebagai  ummat Islam kita harus tahu dan wajib mencegah salah satu bentuk kemungkaran tersebut, sekaligus wajib menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan Syariat Islam," tegas Nurhanita Zahara, Minggu (17/2/219) di Kota Lhokseumawe.

20190218-aktivis-janur1

Karena itu, mengingat pentingnya upaya menolak politik uang dalam pemilu 2019, Yayasan Janur melakukan edukasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kampanye tolak politik uang. Tujuannya, supaya suara pemilih tidak menjadi objek komoditi politik yang dapat melemahkan sendi-sendi demokrasi.

Secara bersamaan, Yayasan Janur melakukan sosialisasi dan edukasi politik tanpa uang di tiga tempat secara bersamaan. Yakni, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Untuk Aceh Timur digelar di Idi Rayeuk, sedangkan di Aceh Utara digelar di Kecamatan Samudera serta di Kota Lhokseumawe digelar di pusat Kota Lhokseumawe.

20190218-aktivis-janur2

“Pada hari yang sama di tempat berbeda, Yayasan Janur melakukan pertemuan dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Intinya menyampaikan materi yang bertemakan politik tanpa uang untuk menciptakan Pemilu di Aceh, sesuai dengan semangat dan tuntunan Syariat Islam. Karena pemberi dan penerima sama sama berdosa,” tegas Nurhanita Zahara.

Dia sangat berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2019 dengan baik. Caranya, mengunakan hak pilih secara benar dan menolak segala bentuk politik uang yang dapat mempengaruhi pilihan pemilih.***

Komentar

Loading...