Aksi Demontrasi BEM se-Aceh Berakhir Bentrok, Polisi Lakukan Tembakan Gas Air Mata

Aksi Demontrasi BEM se-Aceh Berakhir Bentrok, Polisi Lakukan Tembakan Gas Air Mata
Aksi Mahasiswa Berakhir Bentrok (Foto: tangkap layar facebook)

Banda Aceh | Aksi demontrasi yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/4/2019) pagi hingga sore, berakhir bentok. Jajaran Kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, terpaksa melakukan tembakan gas air mata dan menyemprot air dari mobil water canon, untuk membubarkan  aksi demontrasi mahasiswa ini.

Akibatnya, pergesekan antara seribuan mahasiswa dengan aparat kepolisian tak dapat dihindarkan. Ini disebabkan, para peserta aksi ingin masuk ke ruang Kantor Gubernur Aceh. Selain itu, batas waktu aksi juga sudah habis.

20190409-demo4

Foto: Ist

Amatan media ini di lokasi, peserta aksi ikut membakar ban bekas hingga asap hitam membumbung tinggi. Lalu, disusul pelemparan botol minuman ringan ke arah petugas. Merasa tidak puas, para peserta aksi terus mengelar demontrasi, sambil meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk datang, menemui mereka. Namun, kabarnya Nova sedang tidak berada di Banda Aceh.

20190409-nurdin-hasan

Foto: facebook Nurdin Hasan

Tiba-tiba para mahasiswa tersebut tersulut emosi hingga akhirnya sejumlah pot bunga di depan lobi kantor Gubernur Aceh pecah dan rusak. Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin tidak kondusif, jajaran Kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, mengambil tindakan tegas dengan membubarkan massa peserta aksi. Karena bentrokkan ini, ada beberapa mahasiswa yang mengalami luka-luka di bagian tubuh dan muka. 

Memang, ada seribuan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh, mengelar aksi demontrasi ke Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (9/4/2019). Mereka menuntut Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mencabut izin tambang PT. EMM yang beroperasi di Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

“Kita tidak mau lagi Aceh digadai dan dijual kepada orang luar Aceh, sementara rakyat Aceh masih kelaparan. Kita tak mau lagi mengalami pengalaman pahit seperti PT. Arun dulu di Lhokseumawe,” teriak salah satu pendemo dalam orasinya.

20190409-demo1

Foto: Ist

Di bagian lain, peserta aksi juga sepakat untuk tetap terus mengawal izin PT.EMM melalui Pemerintah Aceh. “Kita siap melawan sampai kapan pun jika Plt Gubernur Aceh tidak mencabut izin PT. EMM,” sebut mereka, yang meminta Nova Iriansyah untuk menemui mereka.

Begitupun, Karo Humas dan Protokoler, Setda Aceh Rahmat Raden menyebutkan. Saat ini, Plt Gubernur Aceh tidak berada di Banda Aceh. “Beliau sedang menemani salah seorang Menteri di Aceh Tengah,” jelasnya.

Tak berhenti sampai disini, peserta aksi demo juga menyebutkan. “Setelah keputusan KPK tadi malam terhadap Irwandi Yusuf, maka tidak ada alasan lagi bagi Plt Gubernur Aceh untuk menyatakan dia tidak memiliki wewenang untuk mencabut izin PT. EMM,” ujar mereka yang disambut takbir dan yel-yel mahasiswa. Hingga berita ini diwartakan, aksi yang melibat seluruh BEM dari berbagai universitas di Banda Aceh dan Unimal Lhokseumawe ini masih berlangsung.***

Komentar

Loading...