Menyebut dengan Biaya Sendiri

Akhirnya Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan ke Luar Negeri Juga

Akhirnya Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan ke Luar Negeri Juga
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah sempat mengundang berbagai decak kagum karena beberapa kali menolak untuk berkunjung ke luar negeri. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Irwan Djohan akhirnya 'pelesiran' juga ke luar negeri.  Kali ini, bersama delegasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, berangkat ke negara Eropa, khususnya Jerman. Akibatnya, posisi kader Partai NasDem ini banyak mendapat tanggapan dari warga melalui media sosial (medsos). Ada yang sepakat, tapi tidak sedikit yang 'menggugatnya'. Maklum, selama ini dia memang kerap menolak program kerja anggota DPR Aceh untuk 'berlibur' ke luar negeri.

Nah, walau mengaku tidak menggunakan uang negara dan semua biaya yang dibutuhkan untuk terbang ke Jerman menggunakan uang pribadi. Termasuk biaya urus visa bolak-balik dari Aceh ke Jakarta. Namun, tetap saja warga Aceh ogah untuk mempercayainya.  “Benar saya berangkat dan bawa istri serta keluarga juga, sekaligus liburan. Semua kebutuhan ke Jerman pakai uang pribadi,” kata Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan, melalui telpon, Sabtu (04/03/2017).

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Kota Sabang itu, event yang akan mereka hadiri itu bernama Internationale Tourismus-Borse (ITB) Berlin 2017. Pembukaannya dimulai Rabu, 8-12 Maret 2017 mendatang. Delegasi Indonesia sendiri dipimpin langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Tahun ini adalah kali pertama Aceh ikut serta,” terang Irwan Djohan.

Lebih lanjut Irwan Djohan menerangkan, untuk mengikuti event Internasional tersebut, Disbudpar Aceh menggelontorkan dana Rp 500 juta yang diperjuangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2017. Sehingga, dengan anggaran yang minim tersebut, Aceh hanya mampu memberangkatkan tujuh orang; Kadisbubpar Aceh Reza Fahlevi, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani, Direktur UKM Center Unsyiah Dr. Iskandarsyah Madjid, serta empat seniman.

Namun, menurut kabar Kadisbudpar batal berangkat, sebab ada larangan dari Gubernur Aceh untuk semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). “Untuk mengikuti ITB Berlin ini ada Rp 500 juta. Anggaran masih sangat minim, sehingga hanya bisa memberangkatkan tujuh orang,” ujar Irwan Djohan.

Pimpinan DPRA dan Koordinator Komisi VII yang merupakan mitra kerja Disbudpar Aceh ini, diminta langsung Kementerian Pariwisata Indonesia untuk ikut.  “Saya diminta Kementrian Pariwisata RI memimpin delegasi Aceh. Surat permintaan dari Kementrian Pariwisata dikirim secara resmi kepada saya. Sebenarnya ini tugas negara untuk kepentingan daerah, tapi saya berangkat bersama keluarga untuk menjalankan tugas ini dengan memakai uang pribadi, tidak menggunakan satu rupiah pun uang APBA,” jelas Irwan Djohan.

Lanjut Irwan, dari Indonesia, tidak hanya Aceh saja yang ikut, beberapa provinsi lain juga hadir pada event tersebut, seperti Papua, Bali, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Itu sebabnya, kata Irwan Djohan, kedepan ia berharap Pariwisata Aceh akan lebih dikenal publik internasional, sehingga meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Aceh, sekaligus berdampak positif pada perekonomian Aceh ke depan. Delegasi Aceh berangkat ke Jerman, Senin dan diperkirakan Selasa akan sampai. “Senin berangkatnya dan Selasa sampai, Rabu pembukaannya,” tutup Irwan Djohan.***

Komentar

Loading...