Dibalik Kursi Sekdaprov Aceh (selesai)

Akhir “Operasi Senyap” Nova Untuk Taqwallah

Akhir “Operasi Senyap” Nova Untuk Taqwallah
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan dr. Taqwallah (Foto: acehTrend)
Rubrik

Bulan ramadhan lalu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengusul kembali satu nama kepada Presiden RI Joko Widodo sebagai calon tunggal Sekdaprov Aceh yaitu dr. Taqwallah.

Banda Aceh | “Ya, karena Plt Gubernur Aceh awalnya mengusulkan tiga nama. Namun, sesuai UUPA, harusnya satu nama untuk mendapat persetujuan dari Presiden RI melalui Kemendagri RI. Dan nama itu tunggal menulis dr. Taqwallah. Surat ini kami terima bulan ramadhan lalu,” ungkap sumber media ini di jajaran Sekretariat Negara, Rabu (31/7/2019).

Menurut sumber itu, sejak pengusulan tiga nama sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, memang inten melakukan komunikasi dengan jajaran Kemendagri. Termasuk melobi sejumlah pihak di Sekretariat Negara.

Bahkan, melalui Kantor Staf Kepresidenan RI dan sejumlah politisi PDIP di Aceh dan Jakarta. “Namun, arahan dan petunjuk tetap harus satu nama,” ungkap sumber yang tidak mau ditulis namanya ini. Bisa jadi, “operasi senyap” yang dilakukan Nova untuk Taqwallah tadi, sebagai bentuk keseimbangan (netralitas) serta menjaga psikologis dua kandidat lainnya yaitu, Kamaruddin Andalah serta M. Jafar.

“Walau pun akhirnya dia (Nova) memberi catatan khusus terhadap Taqwallah,” jelas sumber itu.

Nah, untuk memuluskan “operasi senyap” tersebut, Nova Iriansyah lebih melakukan lobi, komunikasi dan pendekatan dengan Sekretariat Negara dan Kantor Staf Kepresidenan. Sehingga keputusan akhir tadi, malah sempat “lolos” dari pantauan Dirjen Otda, Kemendagri RI, Jakarta.

“Kemendagri belum dapat info resmi. Masih tunggu dari Istana,” kata Bahtiar Kapuspen Kemendagri, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (31/7/2019) sore.

“Mungkin langsung dari Istana. Sebab undangan pelantikan besok (Kamis, 1/8/2019) sudah beredar Pak,” balas media ini melalui WhatsApp (WA), dengan melampirkan salinan undangan pelantikan dr. Taqwallah. “Oh begitu, bisa juga,” balas Bahtiar.

Bahtiar juga memastikan, keputusan dan pelantikan dr. Taqwallah sebagai Sekdaprov Aceh sudah sesuai aturan yang berlaku. "Aman, semua punya hak ikut kompetisi. Dan, posisi Sekdaprov Aceh tentu yang diinginkan oleh user yaitu, Pak Gubernur Aceh," kata Bahtiar, memastikan.

Begitupun, tiga hari sebelumnya, ketika media ini mendapat bocoran dari sumber utama di jajaran DPP PDIP Jakarta, terkait penetapan dr. Taqwallah sebagai Sekdaprov Aceh. Bahtiar juga tak bisa memberi kepastian sehingga dia tak menjawab konfirmasi media ini.

“Baik, sebentar ya, saya cek dulu pada Dirjen,” kata Bahtiar. Selanjutnya, Bahtiar tak lagi membalas pesan serta mengangkat konfirmasi media ini. Itu baru terjawab, Rabu malam kemarin.

Lepas dari pengakuan Bahtiar tadi. Pilihan Nova Iriansyah kepada Taqwallah memang sudah terhendus sejak awal. Misal, saat Sekdaprov Aceh T. Dermawan menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu. Nova Iriansyah menunjuk Taqwallah sebagai pelaksana harian (Plh)  Sekda Aceh.

Tak hanya itu, Nova juga memberi kepercayaan kepada Taqwallah sebagai Ketua Dewan Pengawas PDPA. Itu sebabnya, banyak pihak haqqul yakin Nova Iriansyah akan memilih Taqwallah dari pada Kamaruddin Andalah dan M. Jafar.

Kini, “operasi senyap” Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk dr. Taqwallah berakhir sudah. Tinggal, menanti kiprah dan kinerja dari satu-satunya dokter umum yang meraih kursi Sekdaprov di Indonesia yaitu; Aceh!***

Komentar

Loading...