Agen Membandel, Minyak Tanah di Simeulue Jadi Langka

Agen Membandel, Minyak Tanah di Simeulue Jadi Langka

Simeulue | "Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Kabupaten Simeulue dalam beberapa pekan terakhir ini, disebabkan banyaknya agen penyalur minyak tanah yang bandel dengan tidak menyediakan uang tebusan ke Pertamina Simeulue, sehingga minyak tanah jadi sedikit sulit didapat," begitu ungkap Drs. Ibnu Abbas, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Simeulue, Jumat, 10/05/2019.

Ibnu Abbas menjelaskan, sebenarnya persediaan minyak tanah di Simeulue cukup, namun Agen Penyalur Minyak Tanah Simeulue (APMS) banyak yang tidak membayar tebusan ke Pertamina sehingga pihak Pertamina tidak mau mengeluarkan minyak ke sejumlah penyalur.

Akibatnya minyak jadi sedikit agak sulit didapat, disebabkan stok yang disalurkan sangat sedikit. "Sebenarnya minyak tanah di Simeulue ini tidak langka, namun banyaknya APMS yang tidak menebus minyak tanah tersebut, menyebabkan terjadinya sedikit kelangkaan," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi serta memanggil sejumlah APMS yang ada di Simeulue untuk menanyakan penyebab permasalahan tersebut, sehingga secepatnya kelangkaan minyak tanah ini dapat teratasi.

"Hari ini saya akan panggil sejumlah APMS yang ada di Simeulue, beserta unsur terkait lainnya, untuk membicarakan permasalahan kelangkaan minyak tanah serta mencarikan solusi untuk mengatasinya," kata Ibnu Abbas.

Memang, kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Simeulue sudah terjadi sebelum memasuki bulan suci ramadhan tahun ini. Puncaknya saat memasuki bulan puasa, akibatnya di sejumlah agen penyalur minyak tanah terjadi antrian yang cukup banyak dari sejumlah calon pembeli. Bahkan jerigen tempat minyak tanah ditinggal di kios agen minyak hingga berhari-hari lamanya.***

Komentar

Loading...