Breaking News

Ada Tiga "Lahan" Praktik Pungli di Kepolisian

Ada Tiga "Lahan" Praktik Pungli di Kepolisian
Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala ketika acara Ombudsman Mendengar di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (11/10/2016). (kompas)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kompas.com
JAKARTA - Ombudsman RI mendorong operasi pemberantasan praktik pungutan liar (pungli) juga dilakukan di Kepolisian. Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan, setelah melakukan kajian, Ombudsman menemukan praktik pungli di lembaga tersebut. Praktik pungli di Kepolisian terjadi dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan tilang. "Ombudsman sudah lama masuk ke Kepolisian melalui kajian SIM tilang, dan TNKB. Tiga itu. kami temukan banyak sekali," kata Adrianus, di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (12/10/2016). Menurut Adrianus, maraknya praktik pungli di Kepolisian karena tidak adanya kemauan berubah dari oknum-oknumnya.


Mereka terjebak dalam zona nyaman sehingga tidak mau melakukan inovasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. "Kalau itu dari awal sudah kacau. Kacaunya karena ketidakmauan berubah. Karena mungkin masuk comfort zone, maka mereka enggak mau berubah," kata Adrianus.  Karena itu, ia menyarankan dilakukan reformasi secara menyeluruh untuk mengatasi praktik pungli tersebut. "Artinya kita perlu dari awal, tidak melihat bagian-bagian. Dari awal sudah harus berubah," kata Adrianus.

Terkait "bersih-bersih" di Polri, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavianmengaku, sejak memimpin Polri, ada beberapa oknum polisi yang ditindak karena melakukan pungutan liar. "Sudah ada penindakan, SIM yang di Bekasi, di Tangerang, sudah empat yang ditangkap," ujar Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/10/2016). Kemarin, polisi melakukan operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan. Tito mengklaim sudah lebih dulu membersihkan oknum polisi yang melakukan pungli sebelum menindak oknum instansi lain. "Jangan sampai kita dianggap menangani instansi lain, tapi kami nggak ditindak. Tolong ekspos bahwa sudah ada penindakan duluan oleh kepolisian," kata Tito.*** 


Komentar

Loading...