Breaking News

Kejurwil FPTI se-Sumatera di Jambi

Aceh Raih 2 Perak dan 4 Perunggu  

Aceh Raih 2 Perak dan 4 Perunggu  
Ade, atlet Aceh berhasil mencapai titik (top) pada nomor boulder (Foto: Tim Panjat Tebing Aceh)

Jambi | Lima atlet Aceh yang berlaga di Kejuaraan Wilayah (Kejurwil), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) se-Sumatera, 22-26 Oktober 2018 di arena Wall Climbing, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, berhasil meraih dua medali perak dan empat perunggu. Kelima atlet itu adalah, Ade Adriantos (Aceh Barat), Hermansyah Pitra Miga (Aceh Tengah), M. Faisal (Aceh Timur), Musawir (Gayo Lues) dan Desi Ratnasari (Aceh Timur_, dibawah pelatih Fajri dan Saiful Amri serta M. Faisal (offisial).

Ketua FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh yang hadir pada Kejurwil tersebut menjelaskan. Dua medali perak diraih Ade Adriantos pada nomor speed WR perorangan putra, sementara Musawir (lead perorangan putra youth B putra).

20181025-foto

H. Muhammad Saleh, Ketua Pengprov FPTI Aceh (Foto: Dok. MODUSACEH.CO).

“Untuk perunggu diraih, semua diraih Ade pada nomor speed WR relay putra, speed  klasik perorangan umum putra, lead perorangan umum putra dan boulder perorangan umum putra,” jelas Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Hingga berakhirnya Kejurwil ini, juara umum diraih kontingen Sumatera Barat (5 emas, 4 perak dan 1 perunggu). Kedua, Bangka Belitung (4,4,5). Ketiga Riau (3,7,3). Posisi empat, Provinsi Jambi (3,1,6). Peringkat lima, Sumatera Selatan (3,1,0). Keenam, Sumatera Utara (1,0,0). Ketujuh Aceh (0,2,4). Delapan, Kepulauan Riau (0,0,0). Sembilan Lampung (0,0,0) dan kesepuluh Bengkulu yang juga tuan rumah Porwil 2019 mendatang (0,0,0).

Dibanding dengan hasil Porwil di Provinsi Bangka Belitung beberapa waktu lalu, diakui Shaleh hasil yang dicapai saat ini masih kurang memuaskan, terutama pada perolehan medali emas. Begitupun, dia tetap optimis pada Porwil 2019 di Provinsi Bengkulu, atletnya akan memberikan hasil lebih baik untuk Aceh.

20181025-musawir-paling-kiri-atlet-aceh-untuk-youth-b-putra

Atlet Aceh Musawir (paling kiri).

“Ya, Insya Allah, saat ini kita sudah ada sapras (sarana dan prasarana) yang memadai di Stadion Lhong Raya Banda Aceh. Selain itu, dilatih dua mantan atlet FPTI nasioanal dan internasional yaitu; Fajri dan Dita. Hasil polesan pelatih suami istri ini telah menunjukkan trend performa atlet kita semakin meningkat,” ungkap Shaleh.

Terkait posisi yang diraih, menurutnya kekuatan di Sumatera  memang masih berpatok pada tiga provinsi yaitu, Sumbar, Riau dan Sumsel. Hanya saja, pada Kejurwil tahun ini, Sumsel mengirim atlet lapis dua mereka. “Jadi, sisa waktu satu tahun lagi, masih ada waktu untuk kita genjot prestasi atlet Aceh,” ujar Shaleh. Dia optimis, karena saat ini sudah ada dua sarana berstandart nasional yang dimiliki seperti boulder dan speed WR.

“Saya akan berdiskusi dengan kawan-kawan pengurus dan pelatih. Dari sisa waktu dan sarana yang ada, kita akan fokus pada speed dan boulder. Namun, tidak berarti lead menjadi lemah. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh dan KONI Aceh yang telah membantu pembangunan dua sarana tersebut di Arena Wall Climbing Penprov FPTI Aceh di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh,”ucap Shaleh.

Dia berharap, tahun 2019, Pemerintah Aceh dapat membangun sarana lead. “Ini sangat kami butuhkan, menginggat Polrwil 2019 dan PON Papua sudah di depan mata,” ujar Shaleh.***

Komentar

Loading...