Deklarasi Anti Narkoba

Aceh Peringkat Tujuh Penyalahgunaan Narkoba

Aceh Peringkat Tujuh Penyalahgunaan Narkoba
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh mengelar acara deklarasi anti narkoba dengan tema "Banda Aceh Gemilang Tanpa Narkoba" di Taman Bussanussalatin, Kp. Baru, Baiturrahman Banda Aceh. Selasa, 4 Desember 2018.

Acara itu dihadiri oleh, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser serta kepala SKPK lainya.

Acara ini bertujuan mengajak dan mengedukasi bahaya narkoba bagi generasi muda dan untuk menperlihatkan Aceh, menolak penyalahgunaan narkoba di daerahnya.

Kepala Badan Narkotoka Nasional (BNN) Provinsi Aceh Brigen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser dalam sambutannya mengatakan, Provinsi Aceh berada di peringkat ketujuh dari 100 pelajar Indonesia yang terpengaruh penyalahgunaan narkoba.

“Banyak yang melakukan penyalahgunaan narkoba dari usia remaja, dan ini sangat memperhatikan. Karena, anak muda adalah penerus bangsa,” ujarnya.

Lanjutnya, dari 26 Lembangan Permasyarakatan (LP) yang ada di Aceh. Setegah penghuninya adalah kasus narkoba. “Selama tahun 2018 rehabilitasi yang sudah kita lakukan yaitu 300 pecandu. Dan sisanya 70 ribu lagi yang belum ter rehabilitasi,” jelasnya. 

Menurutnya, tempat rehabilitasi yang ada di Aceh masih sangat sedikit. Sehingga pecandu harus ditampung pada rumah sakit jiwa. “Kondisi demikian tidak normal, karena mereka pecandu bukan gila,” kata Faisal.

Dirinya menghimbau kepada semua masyarakat atau elemen lainnya. BNN akan bertindak tegas dalam memberantas kasus narkoba. “Langsung kita vonis hukuman mati. Sampai saat ini sudah ada 20 pelaku dari pengedar sabu yang kita tuntut hukuman mati,” tegasnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...