Breaking News

Ops, SMK Penerbangan Aceh Ternyata Belum Ada Alat

Aceh Memang Hebat, Setelah Beli Pesawat Parkir di Bandara

Aceh Memang Hebat, Setelah Beli Pesawat Parkir di Bandara
Pesawat ACEH PILOT SCHOOL dan CTsw di Komplek Bandara SIM Internasional Airport. Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dalam pertemuan Komisi V DPRA dengan guru-guru SMK, di ruang Komisi V DPRA, Banda Aceh, Kamis (04/01/2018), ada beberapa permasalahan terungkap.

Untuk SMK Otomotif, mereka mengaku tidak ada mobil sebagai tempat praktek siswa. Sedangkan SMKN Penerbangan Aceh juga mengaku tidak ada alat. Namun, selama ini SMKN Penerbangan Aceh itu melakukan praktik dengan cara simulasi sistem komputer.

“Untuk standar pesawatnya belum ada. Tetapi secara simulasi pakai sistem komputer. Bendanya langsung belum ada,” kata Kepala SMKN Penerbangan Aceh, Ferynaldy, usai pertemuan dengan Komisi V DPRA, Kamis sore (04/01).

Itu sebabnya, ia berharap pesawat milik Pemerintah Aceh yang ada di Komplek Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Internasional Airport, Blang Bintang, Aceh Besar, bisa diberikan kepada SMKN Penerbangan Aceh. “Maka kami berharap pesawat yang duduk percuma di bandara, kalau nggak salah aset Aceh bisa dipindahkan ke sekolah kami,” ujar Kepala Sekolah SMKN Penerbangan Aceh tersebut.

Sementara hasil pantuan media ini di Bandara SIM Internasional Airport, Jumat pagi, (05/01/2018) terlihat pada satu tempat, ada lima unit pesawat ukuran kecil yang parkir di sana.

Dua pesawat bertuliskan ACEH  PILOT SCHOOL parkir di sana. Di badan pesawat itu juga tertulis Seumangat Nanggroe. Dari amanatan luar pagar, pesawat PK-AFC itu, sepertinya berisi dua awak.

Sedangkan tiga unit pesawat lagi yang diprediksi satu awak ini, bertuliskan CTsw. Operation & Services.

Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda Internasional Airport Sukarni mengaku pesawat tersebut sudah lama di sana. Tetapi semuanya itu pemilik Pemerintah Aceh, termasuk tempat parkir pesawat tersebut.

“Itu semuanya kewenangan Pemerintah Aceh, kita izin masuk saja,” ujarnya, Jumat (05/01/2018). Surkani juga mengaku tiga unit pesawat ukuran kecil itu, dibawa dengan mobil kontainer. Sedangkan dua lagi burung besi itu terbang dan parkir sekian lama. “Sudah lama pesawat itu, setahu saya tidak pernah terbang,” ujarnya.***

Komentar

Loading...