Breaking News

Aceh Marathon 2018, Karut Marut dan Kian Kusut

Aceh Marathon 2018, Karut Marut dan Kian Kusut
aceh image
Rubrik

 

Agenda puncak Aceh Marathon dijadwalkan 29 Juli 2018. Akibat OTT KPK di Aceh, pelaksanaan even olahraga dan promosi wisata ini akhirnya tertunda. Alasannya, belum siap tender medali dan baju di BPKS Sabang. Benarkah?

MODUSACEH.CO | Entah pikiran apa yang ada di benak Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, terkait pelaksanaan Aceh Marathon 2018, ketika berada di ruang tahanan KPK Jakarta, menghabiskan hari-harinya saat ini.

Maklum, Aceh Marathon 2018 memang menjadi program; Aceh Teuga dari visi dan misinya bersama Nova Iriansyah (Wakil Gubernur), yang kini mengantikan kursinya sebagai Plt Gubernur Aceh. Bayangkan, sebelum melaksanakan even puncak Aceh Marathon 2018 di Sabang, Pemerintah Aceh sempat menggelar lari gembira (fun run) yang dibungkus Car Free Day di Jakarta, Minggu, 1 April 2018 lalu. Kegiatan ini merupakan even awal Aceh Marathon yang dihadiri Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, di Jalan Sudirman, Jakarta.

Lari gembira yang digagas staf khusus (ahli) Irwandi, Steffy Burase ini sempat diikuti 1500 pelari marathon. Mereka mengenakan kaos seragam bertulis; road to Aceh Marathon 2018. Kala itu, Wagub Aceh Nova Iriansyah juga sempat ikut serta dalam barisan para pelari marathon di Jakarta.

Namun, kegembiraan dari Car Free Day yang juga menggunakan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018, dari total Rp 10 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Aceh untuk Aceh Marathon di Sabang. Ternyata berakhir “duka”, karena Irwandi keburu diciduk KPK melalui OTT, 4 Juli 2018 lalu di Banda Aceh.

Akibatnya, puncak acara Aceh Marathon yang diagendakan 29 Juli 2018, terpaksa ditunda. Uniknya, penundaan even olahraga dan promosi wisata tersebut, disebut-sebut karena belum ada baju dan medali yangmenjadi ranah bantuan dari BPKS Sabang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Darmansyah, S.Pd, MM, di ruang kerjanya, Rabu, 1 Agustus 2018 mengaku, yang bertanggungjawab untuk pengadaan baju dan medali adalah Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Sabang. “Ditunda kegiatan karena pengadaan baju dan medali yang ditender BPKS Sabang belum siap,” kata Darmansyah, Rabu pekan lalu. Mantan calon Bupati Aceh Selatan pada Pilkada 2008 lalu itu juga mengaku, tidak tahu menahu kenapa tender pengadaan baju dan medali, belum tuntas di BPKS.

20180807-surat-bpks-sabang

Namun, kepada media ini, Kepala BPKS Sayed Fadhil menjelaskan. Tertundanya pengadaan baju dan medali Aceh Marathon 2018, karena penawaran yang diajukan perusahaan tidak memenuhi syarat. “Enak saja, dia (Kadispora) Aceh selalu buang badan. Kami hanya membantu medali dan baju, bukan sebagai pelaksana. Semua sudah kami jelaskan saat rapat koordinasi bersama Plt Gubernur Aceh,” kata Sayed Fadhil, setengah emosi, saat dikonfirmasi media ini, pekan lalu di Banda Aceh.

Kata Sayed Fadhil, dari sekitar 50 perusahaan yang mendaftar, hanya tiga yang memasukkan penawaran yaitu, PT. Falah Eka Cahya, PT. Fokus Konveksindo dan CV. Cipta Bintang Management. “Setelah kita evaluasi, tak satu pun memenuhi syarat. Jadi, kita batalkan. Kalau kita lelang ulang, membutuhkan waktu sampai 3 bulan. Karena itu, kami tidak melakukannya lagi,” ungkap Sayed. (selengkapnya baca edisi cetak, mulai beredar, Senin, 6 Agustus 2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...