Kunjungan Kedubes Uni Eropa ke Aceh

Aceh Harus Jaga Lingkungan Lauser

Aceh Harus Jaga Lingkungan Lauser
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dubes UE (Uni Eropa) H.E.Vincent Guerend mengatakan, pihaknya telah memberikan 50 juta euro dana untuk kelestarian lingkungan di Aceh. Khususnya hutan lindung di Kawasan Lauser. Itu sampaikan saat makan siang di suatu restoran di Banda Aceh. Rabu, (13/3/2019).

Katanya, ada 3 juta hektar hutan lindung di daerah. Bukan hanya untuk Aceh, namun juga penting bagi seluruh dunia. Untuk itu, Uni Eropa, telah memfasilitasi kawasan hutan Lauser dengan cara bekerjasama dengan Pemerintah Aceh.

“Ada 50 orang yang sudah di jadikan sebagai penyidik di hutan Lauser. Tugas mereka melihat pelanggaran yang terjadi di Lauser tersebut,” ungkap Kedubes yang ditemani stafnya.

Sebab itu pihak Uni Eropa berharap, konflik yang terjadi antara manusia dan satwa atau lingkungan yang ada di daerah Lauser tidak berkepanjangan. “Kita ingin pihak pemerintah untuk memitigasi konflik yang terjadi antara manusia dan hewan. Termasuk mengelola kelomplok satwa liar. Dan penebangan kawasan Lauser,” harap H.E.Vincent Guerend.

Selain itu, dia mengatakan, Pemerintah Aceh harus melakukan peningkatan kapasitas pengetahuan untuk mengelola konflik yang ada di Aceh, yang disebabkan oleh binatang liar yang sering turun ke pemukiman warga.

“Pemahaman seperti ini harus lebih disosialisasikan kepada masyarakat Aceh. Misal, konflik yang terjadi antara gajah yang sering turun ke rumah warga. Nah, di sini warga seharusnya tidak menanam tumbuhan yang disukai hewan tersebut,” katanya.

Menurut H.E.Vincent Guerend, masyarakat Aceh juga tak boleh melakukan ilegal loging terhadap lingkungan hutan. Karena hutan merupakan tempat tinggal satwa dan binatang lainnya.***

Komentar

Loading...