5 Tersangka dan Seekor Beruang di Amankan Polisi

5 Tersangka dan Seekor Beruang di Amankan Polisi
Foto: Aidil Firmansyah

Meulaboh | Aparat Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat, berhasil mengamankan seekor beruang madu (helarctos malayanus) dari tiga orang pria. Diduga, ketiganya sebagai pelaku dengan memperjual belikan satwa dilingdungi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Muhammad Isral mengatakan, penangkapan terhadap tiga tersangka tersebut dilakukan, Sabtu (13/4/2019) malam di sebuah kedai Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. Kemudian berdasarkan pengembangan ditemukan pelakui lainnya.

"Petugas mendatangi lokasi dan menemukan laporan warga, setelah dilakukan penangkapan pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Aceh Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Muhammad Isral.

Ketiga pelaku yang pertama kali dibekuk yakni berinisial JF (43), BL (45), ID (40) atas dugaan melakukan tindak pidana menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

Lanjut Kasat, petugas dilapangan melakukan pengembangan dan berdasarkan keterangan dari tertangkapnya ketiga pelaku itu, diinformasikan pula bahwa beruang madu tersebut dibeli mereka dari orang lain yakni berinisial MD (44) seharga Rp1,7 juta.

“Lalu ditangkap pelaku berinisial MD di Desa Buket Meugajah, Kecamatan Woyla Timur, dari pengembangan tersebut ditemukan pelaku lainnya yang menjual beruang madu seharga Rp700 ribu. Ternyata ia juga membeli dari orang lain atas nama inisial ID (42). Petugas juga mengamankan yang bersangkutan dan keduanya dibawa ke Polres Aceh Barar," jelasnya.

Selain menangkap pelaku dan menyita beruang madu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp1.300.000, sementara ancaman hukum untuk perbuatan tersebut adalah penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Itu sesuai ancam yang diberikan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a, dengan Undang - Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Beruang madu tersebut dijerat pelaku di hutan Kecamatan Woyla.

Penjerat saat ini masih dalam buronan polisi, kondisi satwa dilindungi tersebut mengalami cedera pada bagian kaki karena terkena jerat dan stress. Sementara itu, tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengatakan. Beruang tersebut akan diberikan perawatan intesif karena mengalami cedera cukup berat. Apabila nantinya telah puli maka akan dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

“Kita periksa dulu di Banda Aceh nanti, karena ini dugaan kita mengalami stress, kalau sudah membaik maka akan dilepas lagi,” sebutnya.***

Komentar

Loading...