Adi Juli alias Tu Adi, mantan Ketua PWI Bireuen

14 Tahun MODUS ACEH : Saya Ketagihan Membacanya

14 Tahun MODUS ACEH : Saya Ketagihan Membacanya
Penulis
Rubrik

MODUSACEH.CO | Di umurnya 14 tahun, bermacam ragam penilaian pembaca terhadap Tabloid MODUS ACEH. Salah satunya, saya. Sejak terbit, saya sudah membaca Tabloid MODUS ACEH. Karena itu, menjadi ketagihan membacanya. Selamat Milad ke-14 MODUS ACEH!

Selain itu, ada beberapa alasan lainnya yaitu Tabloid MODUS ACEH milik Muhammad Saleh. Nah, karena nama besar Saleh, saya ingin melihat apa yang dibuat dalam medianya. Sebab banyak media menurunkan berita hampir seragam, tapi Saleh berani menurunkan tulisannya dalam bentuk berbeda. Makanya, seperti yang saya katakan tadi, awalnya saya ingin tahu apa yang dibuat Saleh dalam medianya, tapi lama-lama menjadi ketagihan.

Dia juga tak sungkan untuk bertanya jika tak tahu. Termasuk meminta pendapat serta rekomendasi kawan-kawan jurnalis di daerah saat dia menerima wartawan, termasuk beberapa di Bireuen. Dia selalu bertanya kepada saya, “Bagaimana watak si anu?” Ini artinya, selain dia menghargai rekan seprofesi, juga tak mau menerima wartawan abal-abal.

Memang, butuh waktu khusus untuk membaca MODUS ACEH biar jelas dan lurus! Makanya, saya sering membacanya di rumah atau di tempat-tempat yang teduh. Rubrik yang sangat saya disukai secara umum adalah pengungkapan kasus seperti kriminal, korupsi, selebihnya politik. Untuk sebuah media seperti MODUS ACEH, sudah lengkap dalam menurunkan berita yang disertai data dan fakta.

Media seperti ini, saya rasa sudah mencukupi dalam menurunkan berita, karena media bukan penyidik. Untuk dasar tulisan juga sudah lengkap karena saya belum melihat ada yang menggugat. Kalaupun ada gugatan, lebih kepada objek yang ditulis karena merasa terpojok, ingin membela diri atau membersihkan diri.

Mungkin, karena itu sebabnya, banyak yang mempelintir MODUS ACEH itu: modal dusta! Saya maklum dan mengerti, karena ada pihak-pihak yang tersaingi dan tidak mau mengakui keberhasilan MODUS ACEH. Kalau dari data, sudah sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Lihat saja, kenapa MODUS ACEH bisa bertahan sampai sekarang? Itu disebabkan berita yang disajikan. Di samping keseriusan pengelolanya juga penting. Saleh itu sosok wartawan serius dan pekerja keras dalam membimbing wartawannya. Bahkan, walau dia sebagai pemilik, tapi masih terjun langsung untuk meliput. Menariknya, dia juga melibatkan wartawan daerahnya saat meliput. Jadi, sambil bekerja, dia juga mendidik tentang cara-cara meliput, terutama kasus-kasus investigasi.

Saya sudah kenal dia sejak dulu. Coba lihat banyak wartawan yang tak bertahan karena keseriusannya yang disalah-artikan. Tapi, banyak yang sukses dan berhasil. Karena itu, saya melihat tak ada kelemahan dari MODUS ACEH dalam menyajikan berita meski semua pekerjaan ada kelemahannya.

Mungkin banyak orang yang tidak suka gaya Saleh. Sebab, Saleh itu apa adanya dan orang-orang yang salah menerjemahkan sosok Saleh. Sering disebut: AKULAH! Itu wajar, sebab dia bukan hanya pemilik, tapi masih juga mau bekerja di lapangan. Dua tanggung jawab besar yang bisa dipikul Saleh sekaligus. Ini jarang bisa dilakukan banyak orang.

Bisa jadi, dia ditempa oleh tempat dan waktu, baik saat bekerja sebagai jurnalis di Aceh maupun Jakarta. Bakat jurnalisnya sudah kelihatan saat dikontrak di Bagian Humas PT Arun, Lhokseumawe. Itu sebabnya, dalam amatan saya, dia juga tidak pelit dengan pengalaman dan ilmu jurnalistik.

Saat dia melintas dan singgah di Bireuen, untuk sesekali menemui saudaranya (ibu kandung Saleh berasal dari Geulanggang Kulam), kami sering terlibat diskusi banyak hal soal jurnalistik. Dia orangnya ikhlas, tapi sering ‘dikerjai’ dan dikhianati. Tapi, itu biasa dan saya yakin dia mampu bertahan. Sebab, selain jurnalis tahan banting, dia juga sudah matang ditempa di organisasi kader seperti PII (Pelajar Islam Indonesia) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Ini yang membuat beda dari karakter seorang Saleh dengan jurnalis rata-rata di Aceh. Semakin ditekan bukannya kempis, tapi terus membesar. Buktinya, dia bisa melahirkan dua media lagi yaitu: MODUSACEH.CO dan Majalah INSPIRATOR.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...