Rustam Effendi, M.Econ, Akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

14 Tahun MODUS ACEH : Membuka yang Tersembunyi

14 Tahun MODUS ACEH : Membuka yang Tersembunyi
Rustam Effendi, M.Econ
Penulis
Rubrik

MODUSACEH.CO | Publik Aceh mesti mengucapkan terima kasih pada MODUS Aceh. Paling tidak, MODUS ACEH menjadi celah untuk membuka sesuatu yang tidak tampak atau yang tersembunyi. Di situlah letak kekuatan MODUS ACEH, terutama dalam mencongkel data yang dimanipulasi pejabat atau kekuasaan.

Kita harus apresiasi pada MODUS ACEH karena banyak kasus-kasus yang tak diungkap media lain, tapi diungkap media ini. MODUS ACEH punya posisi di Aceh dan tidak banyak yang bisa seperti itu, tapi MODUS ACEH bisa mengikuti itu. MODUS ACEH bisa membuka celah yang tersembunyi dan ini harus dijaga terus. Tidak banyak yang bisa seperti MODUS ACEH.

Saya salah satu orang yang sangat suka baca MODUS ACEH dan rubrik yang saya suka Liputan Utama. Karena informatif, variasi lebih banyak, puas kita baca. Dan, yang paling saya suka dengan judulnya, singkat, padat dan jelas serta sangat bombastis. Dan, itu mengingatkan saya pada Majalah TEMPO, memancing kita untuk tahu isinya tentang apa.

Sebagai akademisi, sebagian data MODUS ACEH saya pakai. Mungkin saya saja tidak bisa dapat data itu, tapi dengan adanya MODUS Aceh, sangat membantu dan saya sebutkan sumbernya: MODUS ACEH. Apalagi, sudah mulai membuat tabulasi data dan itu sangat saya butuhkan.

Kekuatan ke depan tinggal dijaga independensi saja, jangan memihak ke mana-mana. Dan, itu akan menjadi kekuatan untuk bertahan dalam pertarungan media. Jangan memihak pada kekuasaan. Semakin objektif, maka akan bertahan, tapi jika subjektif, maka akan ditinggalkan.

Sekarang banyak media online. Kadang sekali saya baca. Kalau saya baca salah, sesat saya. Tapi, kalau media sudah kuat, data kuat, yang punya juga kuat, pasti tidak kuatir. Dan, MODUS ACEH menjawab itu semua.

Kelemahan? Sebagai pengamat, saya lihat tidak ada. Kalau di dalam saya tidak tahu. Artinya, sebagai media lokal, secara umum, belum saya temukan kelemahannya. Namun, fotonya dipasang besar sedikit, mungkin mencukupkan halaman, dan itu bukan kelemahan, sebab media lain juga seperti itu. Secara keseluruhan, tidak ada kelemahan.

Harapan saya, media ini mesti bertahan karena sangat penting. Harus bisa menjadi penyeimbang dan pembela. MODUS ACEH jangan menjadi alat penguasa, tapi raja yang bisa menjaga kepentingan publik. Kalau bukan MODUS Aceh, siapa lagi? Sampaikan semua fakta, data dan peristiwa apa adanya. MODUS ACEH sudah besar di Aceh, tinggal membumikan saja.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...