Breaking News

Halau Separatis Papua Merdeka 

120  Personel Brimob Polda Aceh Dikirim ke Papua

120  Personel Brimob Polda Aceh Dikirim ke Papua
Foto Humas Polda Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sebanyak 120 personel Satuan Brigadir Mobil (Sat. Brimob) Polda Aceh dikirim ke Provinsi Papua untuk melaksanakan tugas BKO, dalam menghalau kelompok separatis Papua Merdeka di Mapolda Papua. Upacara perlepasan dipimpin Wakil Kepala Polda Aceh Brigjen Pol. Drs. Supriyanto Tarah, MM di halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Selasa, (26/6/18).

Membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Rio S. Djambak, Supriyanto Tarah mengatakan, sebagai bagian integral dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Aceh tentunya juga memiliki andil dan tanggungjawab untuk ikut serta membantu satuan pusat maupun kewilayahan lainnya, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam menangani kejahatan dengan tingkat eskalasi tinggi seperti gangguan kelompok kriminal bersenjata.

“Sebagai salah satu satuan khusus di Kepolisian,  Satuan Brimob dituntut untuk mampu dan senantiasa siap dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi. Karenanya,  Satuan Brimob dituntut memiliki tingkat kesiapan operasional yang tinggi dalam situasi apapun, dimana pun dan kapan pun dalam melaksanakan tugas yang diembannya,” kata jendral bintang satu itu.

Foto Humas Polda Aceh

Dikatakan Wakapolda, intensitas kerawanan di kedua wilayah tersebut, masih sangat tinggi terutama dari ancaman kelompok kriminalitas bersenjata. Karena itu, situasi tersebut harus diwaspadai dan diantisipasi oleh saudara sekalian yang akan melaksanakan tugas disana, kata Wakapolda.

“Saudara-saudara nantinya akan melaksanakan tugas operasi selama 6 bulan khususnya di polsek-polsek dengan tingkat kerawanannya tinggi,” katanya memberitahukan.

Dia mengharapkan, tujuan BKO adalah untuk menangani wilayah rawan terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata yang dapat mengancam stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Papua dan menghambat roda pemerintahan, dan pembangunan daerah baik perekonomian mau pun infrastruktur serta aktifitas masyarakat sehari-hari.

Foto Humas Polda Aceh

“Sebelun saudara diberangkatkan tentunya saudara telah dibekali dengan pengetahuan,  wawasan dan informasi tentang kondisi daerah operasi pada saat latihan praoperasi. Oleh karena itu,  jadikanlah latihan praoperasi sebagai modal dasar pengetahuan untuk menghadapi setiap tantangan tugas di medan operasi nantinya,  jangan pernah mengabaikan apa yang telah saudara terima selama mengikuti Latpraops tersebut, pedomani dan terapkan secara baik dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” harap Supriyanto Tarah.***

Komentar

Loading...